Efisiensi dan efektivitas bisnis menggunakan e-commerce:
- Mendapatkan pelanggan baru. Studi yang menyebutkan bahwa manfaat penggunaan e commerce dalam bisnis adalah mendapatkan pelanggan barudikemukakan oleh Hamill da Gregory, 1997 dan Swatman, 1999 serta Hoffmandan Novak, 2000. Digunakannya e-commerce memungkinkan perusahaantersebut mendapatkan pelanggan baru baik itu yang berasal dari pasar domestik maupun pasar luar negeri.
- Menarik konsumen untuk tetap bertahan. Studi yang dilakukan oleh Daniel &Storey, 1997 di industri perbakan menemukan bahwa dengan adanya layananebanking membuat nasabah tidak berpindah ke bank lain. Selain itu bank jugaakan mendapatkan pelanggan baru yang berasal dari bank-bank yang bertahandengan teknologi lama.
- Meningkatkan mutu layanan. Dengan adanya e-commerce memungkinkan perusahaan dapat meningkatkan layanan dengan melakukan interaksi yanglebih personal sehingga dapat memberikan informasinya sesuai dengan apayang diinginkan oleh konsumen. Studi yang menyebutkan bahwa penggunaan e-commerce dapat bermanfaat untuk meningkatkan mutu layanan inidikemukakan oleh Gosh, 1998.
- Melayani konsumen tanpa batas waktu. Studi yang dilakukan oleh Daniel &Storey, 1997 menemukan bahwa adanya pelanggan dapat melakukan transaksidan memanfaatkan layanan suatu perusahaan tanpa harus terikat dengan waktututup ataupun buka dari suatu perusahaan tersebut.
E-commerce memberikan
pilihan kepada produsen tentang jenis usaha danskala usaha yang akan
dikembangkan. Dengan mengimplementasikan teknologiinformasi e-commerce, produsen dapat memilih untuk
mengembangkan target pasar kepada pasar global atau hanya fokus
terhadap segmen pasar tertentu. Bagiusaha kecil dan menengah,
dengan menggunakan e-commerce dapat menawarkan sesuatu yang berkualitas dan
terjangkau serta memiliki kepercayaan dirimenghadapi pesaing. Biaya tidak kemudian
menjadi kendala utama, tetapi yangterpenting bagaimana usaha kecil dan menengah
dapat menunjukkan produk atau jasa yang ditawarkan melalui websitenya dan dapat dilakukan melalui penjualansecara
online (Rizal, 2011).Dengan
menggunakan e-commerce, produsen dapat merubah daftar
hargaatau melakukan kustomisasi produk atau jasa yang ditawarkan
danterinformasikan secara cepat melalui website. Sesuatu yang biasanya
memerlukanwaktu yang lama untuk dilaksanakan atau diintegrasikan, dengan
e-commerce menjadi lebih cepat. Melakukan
model usaha yang inovatif atau melakukan re-engineering, melaksanakan
spesialisasi dengan derajat yang tinggi ataumeningkatkan produktivitas dan perhatian
terhadap pelanggan, bukan sesuatuyang tidak mungkin dengan e-commerce.
.
E-commerce juga
bermanfaat dalammembangun database pelanggan yang komprehensif. Produsen dapat
mempunyaiinformasi tentang pola pemesanan yang dilakukan pelanggan dan
mengelolanyasebagai informasi yang berharga. Database tersebut akan membantu
produsen saatmelakukan pemasaran dan strategi promosi agar dapat tepat
sasaran.Dalam konteks hubungan dengan mitra bisnis, e-commerce membantudalam mengurangi
inefisiensi yang mungkin terjadi dalam rantai penawaran,mengurangi kebutuhan
untuk membuat inventory dan menghindari keterlambatan pengiriman. Sehingga produsen mempunyai
kepercayaan diri tentang usaha yangdijalankan dalam melakukan kerjasama dengan
pemasok dan perusahaan jasa.
E-commerce Secara
inherent akan menyederhanakan dan
mengotomatisasi proses bisnis yang mendukung, menggabungkan dengan kecepatan dan efisiensi dalamkegiatan
usaha. Dalam hubungannya dengan pelanggan, e-commerce membantudalam menfasilitasi kegiatan pembelian yang nyaman.
E-commerce dapatmenghemat waktu pelanggan
dibandingkan jika pelanggan tersebut melakukan pembelian secara
off-line. Seringkali pelanggan membayar
lebih murah untuk harga produk tertentu dibandingkan jika pelanggan
membelinya secara off-line.Meskipun memiliki beberapa keuntungan, penggunaan
e-commerce juga
menghadapi kendala. Melakukan kegiatan transaksi secara online berarti pelanggan akan terpaksa menyediakan sejumlah informasi pribadi yangdipersyaratkan
oleh penjual. Persyaratan ini tentunya dapat mengganggukerahasiaan dan
menimbulkan issu tentang keamanan dari informasi yangdisediakan. Protokol untuk
proses tertentu yang belum standard, pita lebar ( bandwith) telekomunikasi yang terbatas
dan keterbatasan software yang digunakan, merupakan
beberapa isu teknis yang mengakibatkan e-commerce masih kurang terintegrasi dengan sistem IT yang kontemporer.
Disampingkendala teknis, issu non teknis juga menjadi kendala dalam penggunaan
e-commerce Masih banyak pembeli yang tidak
percaya dan susah merubahkebiasaannya untuk bertransaksi tanpa bertemu langsung
dengan penjualnya danmenggunakan kertas yang terbatas (paperless). Menurut Marhum Djauhari(2009), berdasarkan
kenyataan bahwa hukum sering berdasar pada obyek fisik maka hal ini akan
menimbulkan masalah yang serius terhadap bisnis karenaketidak pastian hukum
dari proses tersebut. Status hukum dari transaksi yang dibentuk
secara otomatis, belumlah jelas. Apakah mungkin untuk sebuah perjanjian
atau yang lebih umum, prosedur hukum dibuat oleh sebuah komputer
Tidak ada komentar:
Posting Komentar