Selasa, 05 Mei 2015

Efektifitas Bisnis Menggunakan E-Commerce

Efisiensi dan efektivitas bisnis menggunakan e-commerce:

  • Mendapatkan pelanggan baru. Studi yang menyebutkan bahwa manfaat penggunaan e commerce dalam bisnis adalah mendapatkan pelanggan barudikemukakan oleh Hamill da Gregory, 1997 dan Swatman, 1999 serta Hoffmandan Novak, 2000. Digunakannya e-commerce memungkinkan perusahaantersebut mendapatkan pelanggan baru baik itu yang berasal dari pasar domestik maupun pasar luar negeri.
  •  Menarik konsumen untuk tetap bertahan. Studi yang dilakukan oleh Daniel &Storey, 1997 di industri perbakan menemukan bahwa dengan adanya layananebanking membuat nasabah tidak berpindah ke bank lain. Selain itu bank jugaakan mendapatkan pelanggan baru yang berasal dari bank-bank yang bertahandengan teknologi lama.
  • Meningkatkan mutu layanan. Dengan adanya e-commerce memungkinkan perusahaan dapat meningkatkan layanan dengan melakukan interaksi yanglebih personal sehingga dapat memberikan informasinya sesuai dengan apayang diinginkan oleh konsumen. Studi yang menyebutkan bahwa penggunaan e-commerce dapat bermanfaat untuk meningkatkan mutu layanan inidikemukakan oleh Gosh, 1998.
  •    Melayani konsumen tanpa batas waktu. Studi yang dilakukan oleh Daniel &Storey, 1997 menemukan bahwa adanya pelanggan dapat melakukan transaksidan memanfaatkan layanan suatu perusahaan tanpa harus terikat dengan waktututup ataupun buka dari suatu perusahaan tersebut.


 E-commerce memberikan pilihan kepada produsen tentang jenis usaha danskala usaha yang akan dikembangkan. Dengan mengimplementasikan teknologiinformasi e-commerce, produsen dapat memilih untuk mengembangkan target pasar kepada pasar global atau hanya fokus terhadap segmen pasar tertentu. Bagiusaha kecil dan menengah, dengan menggunakan e-commerce dapat menawarkan sesuatu yang berkualitas dan terjangkau serta memiliki kepercayaan dirimenghadapi pesaing. Biaya tidak kemudian menjadi kendala utama, tetapi yangterpenting bagaimana usaha kecil dan menengah dapat menunjukkan produk atau jasa yang ditawarkan melalui websitenya dan dapat dilakukan melalui penjualansecara online (Rizal, 2011).Dengan menggunakan e-commerce, produsen dapat merubah daftar hargaatau melakukan kustomisasi produk atau jasa yang ditawarkan danterinformasikan secara cepat melalui website. Sesuatu yang biasanya memerlukanwaktu yang lama untuk dilaksanakan atau diintegrasikan, dengan e-commerce menjadi lebih cepat. Melakukan model usaha yang inovatif atau melakukan re-engineering, melaksanakan spesialisasi dengan derajat yang tinggi ataumeningkatkan produktivitas dan perhatian terhadap pelanggan, bukan sesuatuyang tidak mungkin dengan e-commerce.
.
 E-commerce juga bermanfaat dalammembangun database pelanggan yang komprehensif. Produsen dapat mempunyaiinformasi tentang pola pemesanan yang dilakukan pelanggan dan mengelolanyasebagai informasi yang berharga. Database tersebut akan membantu produsen saatmelakukan pemasaran dan strategi promosi agar dapat tepat sasaran.Dalam konteks hubungan dengan mitra bisnis, e-commerce membantudalam mengurangi inefisiensi yang mungkin terjadi dalam rantai penawaran,mengurangi kebutuhan untuk membuat inventory dan menghindari keterlambatan pengiriman. Sehingga produsen mempunyai kepercayaan diri tentang usaha yangdijalankan dalam melakukan kerjasama dengan pemasok dan perusahaan jasa.

 E-commerce Secara inherent  akan menyederhanakan dan mengotomatisasi proses bisnis yang mendukung, menggabungkan dengan kecepatan dan efisiensi dalamkegiatan usaha. Dalam hubungannya dengan pelanggan, e-commerce membantudalam menfasilitasi kegiatan pembelian yang nyaman. E-commerce dapatmenghemat waktu pelanggan dibandingkan jika pelanggan tersebut melakukan pembelian secara off-line. Seringkali pelanggan membayar lebih murah untuk harga produk tertentu dibandingkan jika pelanggan membelinya secara off-line.Meskipun memiliki beberapa keuntungan, penggunaan e-commerce juga menghadapi kendala. Melakukan kegiatan transaksi secara online berarti pelanggan akan terpaksa menyediakan sejumlah informasi pribadi yangdipersyaratkan oleh penjual. Persyaratan ini tentunya dapat mengganggukerahasiaan dan menimbulkan issu tentang keamanan dari informasi yangdisediakan. Protokol untuk proses tertentu yang belum standard, pita lebar ( bandwith) telekomunikasi yang terbatas dan keterbatasan software yang digunakan, merupakan beberapa isu teknis yang mengakibatkan e-commerce masih kurang terintegrasi dengan sistem IT yang kontemporer. Disampingkendala teknis, issu non teknis juga menjadi kendala dalam penggunaan e-commerce Masih banyak pembeli yang tidak percaya dan susah merubahkebiasaannya untuk bertransaksi tanpa bertemu langsung dengan penjualnya danmenggunakan kertas yang terbatas (paperless). Menurut Marhum Djauhari(2009), berdasarkan kenyataan bahwa hukum sering berdasar pada obyek fisik maka hal ini akan menimbulkan masalah yang serius terhadap bisnis karenaketidak pastian hukum dari proses tersebut. Status hukum dari transaksi yang dibentuk secara otomatis, belumlah jelas. Apakah mungkin untuk sebuah perjanjian atau yang lebih umum, prosedur hukum dibuat oleh sebuah komputer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar