Rabu, 13 Mei 2015

Peluang Bisnis E-Commerce di Indonesia

Potensi Bisnis E-Commerce di Indonesia
Pergeseran transaksi konvensional ke online semakin terlihat  nyata. Indikasinya pertumbuhan pengguna smartphone  dan internet semakin tinggi. “e-Money sangat dibutuhkan di Indonesia dengan sebaran penduduk di berbagai pulau.
Ke depannya  model transaksi seperti iPaymu akan menjadi pilihan para konsumen. Hal ini diutarakan pengamat e-money dari ITB, Agung Harsoyo, di Jakarta.
Bahkan, menurut Agung, mengutip data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, pasar e-Commerce di Indonesia diprediksi mencapai Rp 130 triliun di tahun 2013 (kurang lebih 1 persen pendapatan dunia), setelah sebelumnya pada 2012 mencapai Rp69 triliun.
Pertumbuhan belanja e-Commerce di Indonesia juga diperkirakan naik mencapai 71 persen, terbesar di dunia dengan nilai 1,8 milar dollar AS atau sekitar Rp 18 triliun pada tahun ini.
Sementara, pasar e-Commerce dunia mencapai 1,29 triliun dollar AS, wilayah Asia Pasifik menjadi marketshare paling menjanjikan, disusul oleh Amerika Utara dan Eropa Barat.
iPaymu sendiri  merupakan solusi Online Payment Processor berbasis kartu debit pertama di Indonesia yang menyediakan perdagangan onlinesecara terintegrasi untuk layanan e-commerce seperti e-wallet, kartu kredit, keranjang belanja, transaksi berulang, penarikan dan transfer uang melalui jaringan bank yang ada dan PT Pos Indonesia.
Layanan ini juga memberikan solusi online dengan aman dan efisien terdiri dari pengelolaan sumbangan, pembayaran angsuran, penarikan, dan transfer uang melalui jaringan bank yang ada dan PT Pos Indonesia.
Di samping itu, iPaymu memberikan solusi pembayaran tunggal dan layanan untuk pedagang yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Tangal 17 Desember 2013, iPaymu merilis layanan Mobile Payment berbasis QRCode.  Saat ini, pengguna iPaymu sudah mencapai  26.000 pengguna yang tersebar di seluruh Indonesia.
Lebih spesifik, Agung mengatakan iPaymu memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama di bisnis e-money. Terlebih  Indonesia dihuni oleh sekitar 260 juta jiwa, kemudian industri kreatif dan usaha kecil menengah sedang tumbuh.
“Ini potensinya besar. Pasarnya ada, peluangnya terbuka, layanannya menjanjikan dan dibutuhkan. iPaymu punya potensi menjadi primadona dan menjadi pemain global yang disegani karena layanannya kredibel,”  ungkap Agung.
Satu lagi, yang menjadi daya tarik iPaymu adalah memiliki visi untuk memajukan usaha kecil menengah. “Ini sangat membanggakan. Apalagi iPaymu dibuat oleh generasi anak negeri. Mestinya masyarakat Indonesia lebih menghargai hasil karya anak bangsa, salah satunya dengan cara menggunakan layanan iPaymu,” ucap Agung penuh harap. 



Prospek Cerah E-commerce di Indonesia
Jakarta - Industri e-Commerce punya potensi besar di Indonesia. Seiring pertumbuhan akses internet, transaksi jual beli online yang diperkirakan bisa mencapai Rp 330 triliun tahun ini masih bisa terus meningkat di tahun mendatang.
Belum hadirnya momen yang pas dan kultur masyarakat yang masih kental dengan model bisnis konvensional, dinilai oleh Founder dan CEO PriceArea.com Andry Suhaili, sebagai salah satu kendala utama yang bisa menghambat pertumbuhan bisnis e-commerce.
"Belum lagi dengan infrastruktur teknologi dan akses internet yang belum merata di Indonesia, e-commerce seperti fenomena gunung es yang siap mencair," kata Andry dalam keterangan yang diterima detikINET, Jumat (2/11/2012).
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat pengguna internet di Indonesia hingga Juni 2012 kemarin baru mencapai 62,9 juta. Menurut Ketua Umum APJII Sammy Pangerapan, jumlahnya baru 25% dari total populasi penduduk.
Dalam tiga tahun ke depan, APJII yang berinisiatif mendeklarasikan Indonesia Internet Governance (ID-IGF) bersama komunitas teknologi informasi komunikasi, berupaya untuk menjalankan tata kelola internet agar bisa memenuhi target 50% yang dicanangkan World Summit of Information Society (WSIS) untuk seluruh negara dunia.
Jika pengguna internet tumbuh pesat di atas angka 100 juta, apalagi jika Indonesia bisa memenuhi target WSIS untuk Millenium Development Goals 2015 dengan jumlah penetrasi 125 juta, pasar bisnis e-commerce diyakini bisa tumbuh sedikitnya dua kali lipat.
Tokobagus.com yang baru saja meraih penghargaan sebagai Best User Interface dalam ajang Indonesia Top e-Commerce 2012 yang diselenggarakan PriceArea, juga sudah pasang ancang-ancang untuk menguasai mayoritas bisnis e-Commerce di Indonesia.
"Dari 100 juta pengguna internet di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan, kami sedikitnya ingin melayani 50% dari pasar yang ada. Kami akan buat e-commerce semudah mungkin. Bahkan nenek Anda pun bisa berjualan lewat e-commerce," kata Michal Klar, Managing Director Tokobagus.com.

Bakrie Telecom yang semula fokus mengembangkan akses telekomunikasi dengan teknologi CDMA pun tak mau tinggal diam dan ingin ikut ambil bagian dalam pemetaan bisnis e-commerce di Indonesia.

"Tingginya pertumbuhan pengguna internet di Indonesia, baik melalui desktop maupun smartphone dan munculnya budaya online shopping membuat BTEL percaya bahwa e-commerce merupakan salah satu strategi tepat untuk mendorong pertumbuhan di masa mendatang," tutur Hilal Achmad, Head of Digital Marketing Bakrie Telecom.
Refrensi:
http://kinciakincia.com/
http://inet.detik.com/

Sumber: http://www.ciputraentrepreneurship.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar